Thursday, November 27, 2014

Manusia takkan pernah puas?




Mengenal Tabiat Kehidupan Duniawi 


Sesungguhnya orang yang telah mengenal tabiat kehidupan duniawi setelah mengenal apa yang terkandung dalam kehidupan itu berupa kesulitan dan kepayahan, maka hal tersebut akan mempermudah bagi dirinya untuk lebih bisa bersabar ketika menghadapi cobaan dan ujian dalam kehidupan ini, karena ia mengalami pada suatu keadaan yang memang telah ia duga terjadinya, dan sesuatu yang telah diketahui sumbernya bukanlah suatu hal yang mengejutkan, Allah Subhaanahu Wata'aala telah memberi tahu kita tentang hakekat ini, Allah berfirman:


التفسير الميسر - (10 / 477) 
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (Al-Balad: 4), yaitu dalam keadaan susah payah, dan Allah juga berfirman: 


يَا أَيُّهَا الإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju Rabbmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (Al-Insyiqaq: 6), 
lalu Allah Subhaanahu Wata'aala menerangkan bahwa kesusahan itu tidak terus-menerus di setiap keadaan, akan tetapi hari ini adalah hari kebahagiaan bagimu dan esok adalah hari duka untukmu, sebagaimana firman-Nya:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)” (Ali-Imran: 140). 


Dalam sebuah sya’ir disebutkan: 

Dunia diciptakan di atas kekeruhan dan engkau menginginkannya jernih dari sesuatu yang menyakitkan dan menyedihkan.

Dan orang yang menuntut hari-hari bertentangan dengan tabi’atnya bagaikan orang yang mencari perapian di dalam air.


Sesungguhnya orang yang tidak mengenal hakekat hidup ini akan dikejutkan dengan berbagai macam keadaan, bagaikan seorang yang disirami air secara tiba-tiba di atas kepalanya, lalu ia menduga bahwa dialah satu-satunya di dunia ini orang yang paling menderita karena derita yang ia alami. Maka tidak jarang kita temukan bahwa sebagian manusia mengambil jalan yang menurutnya cara paling cepat untuk mengatasi problematika hidup yaitu dengan melakukan bunuh diri, hal itu dilakukan karena ia tidak mengetahui bahwa setiap ada kesedihan maka akan ada kebahagiaan, dan tidak ada tawa kecuali akan disusul dengan tangisan. Rumah yang dipenuhi dengan keceriaan pada suatu hari, maka akan datang hari yang lain yang memenuhi rumah itu dengan kedukaan. Sesungguhnya jika ia meneliti kehidupan dunia ini maka ia akan melihat bahwa tidak sedikit manusia yang ditimpa dengan berbagai macam cobaan dan ujian kehidupan: baik karena ditinggalkan oleh orang yang paling ia cintai, atau mengalami sesuatu yang ia tidak sukai. Kebahagiaan di dunia ini hanyalah mimpi dalam tidur, atau bagaikan bayangan yang pasti akan hilang. Jika kehidupan dunia ini menjadikan dirinya tertawa sejenak, maka suatu saat kehidupan dunia akan menjadikannya bersedih, kenikmatan yang sekejap akan mendatangkan kedukaan yang panjang.


Dan demi Tuhanmu Nour Aini, bersabarlah :')


Nour Aini
Cardiff Business School,
Winter 2014
27 November 2014
Jam 5:08 petang (menghampiri Isyak).

Wednesday, November 26, 2014

Rutin

Aku berharap moga-moga rutin sebegini hari-hari diredhai oleh yang Maha Esa.

Mana taknya, bila rushing nak siapkan coursework, almost 24/7 time devoted and solat sekadar buat je.

Aku fikir, at the end of the day, semua orang akan sibuk dengan sesuatu. Tetapi, sejauh mana kita mengtajdid niat kita pada setiap masa pekerjaan tersebut dilakukan, provided that ianya diredhai oleh Allah.

Bakal menunaikan Maghrib bersama Dzat di celahan rak-rak buku sebentar nanti.


Doakan perjalanku pulang dengan basikal ya!


Niniey Daud,
Alexandra Gardens (Bute Library)
Hari ini jam 4.26 petang. 

Sunday, November 23, 2014

Tiada klu?

Sudah lama lagaknya sejak aku kali terakhir menulis di sini.
Hidup aku sekarang berlatarbelakangkan timbunan 'coursework' yang bila-bila masa boleh menghampiri tarikh submisinya.

Tapi aku fikir, memaknai hidupku sebagai seorang pelajar, inilah masanya aku mengasah skillku dalam menulis esei yang kritikus. Takkan lah bergelar pelajar itu, hanya perlu fokus sewaktu mengulangkaji untuk menghadapi ujian sahaja? tak? tak mungkin hanya pada itu.


Tapi (banyak pula yang aku tapi-kan), tatkala aku ingin fokus, ada saja laman web yang aku terfikir untuk membuka. Ahh, alasan sahaja Nini. Aku memang susah untuk hadirkan perasaan pada benda yang aku rasa tidak memberi 'value-added' kepadaku kerana aku mula meminati hadis ini;


عن أبي هريرة -رضي الله عنه- عن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: مِن حُسْنِ إسلام المرء تركه ما لا يَعنيه حديث حسن، رواه الترمذي وغيره هكذا. 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:
”Salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.”

(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan yang lainnya seperti ini) 

Yang aku pasti, aku memang tak punya banyak masa, dan moga-moga Allah lembutkan mad'u2 ku yang aku amat inginkan kebaikan pada mereka.


Syukur kuucapkan  kerana persahabatan 2 tahun lepas seakan bertaut kembali. Walau sejauh mana kita berbeda, hargailah kehadiran setiap dari kita.



"Tidak beriman seseorang diantara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (Muttafaq alaih)



Terima kasih buat yang rakan comel yang mengilhamkan aku untuk kembali membuang habuk di laman ini. Psst tq AS, Manchester.

Berharapkan moga aku kembali dengan lebih bermanfaat, hingga ketemu lagi Dashboard.

Doakan moga aku raih ihsan ~



Niniey Daud,
Sebelah River Taff,
23 November 2014
1 Safar 1436H.



P/S: Lagi dalam 8 bulan aku bakal meninggalkan bumi ini :'(