Showing posts with label Passionate. Show all posts
Showing posts with label Passionate. Show all posts

Saturday, July 25, 2015

Memaknai detik-detik terakhir di rantau orang

Aku rasa keruan, lagi-lagi menghampiri hari-hari terakhir bilamana daku bakal meninggalkan bumi UK, mungkin buat selama-lamanya (buat 2-3 tahun akan datang).

Pabila emel-emel dibaca memanggil-manggil kami pemegang biasiswa pulang untuk menjalani training sebelum bekerja, aku pada luarannya bersyukur atas rezeki peluang bekerja terus seusai tamat belajar. Namun, tak dapat tidak, aku merasakan sedikit terdesak, gumam hati kecilku. Ini kerana aku seakan kurang dapat bernafas setelah mendarat (read:BFG) dari Cardiff ke Kuala Lumpur, (not even Besut).

Dalam masa yang sama, ibu dan kakakku sedang berada bersama di UK, meraikan hari graduasiku bersama-sama menemaniku untuk menyambut raya di sini. Tapi sungguh benar kata orang, bila aku duduk sekali dengan mereka, aku mula mengenali dengan lebih rapat (sort of like revisit her behaviour).

Katanya, aku ini tak boleh ditegur, kataku mung itu asyik banyak mulut, komplen sana sini dan cerewet. Masih, pada saat nukilan ini terhasil, dia baru sahaja mengomel tentang perbualanku bersama pak cik JOM shipping mengenai perbezaan harga kerana rakanku hanya menghantar satu kotak sahaja.


Ahh, aku tak pernah merasa aman bersamanya. Firasatku sentiasa merasakan ada sahaja ruang yang dicarinya untuk memarahiku(read by die: menasihatiku). Ahh, what a fate to get that kind of sister oh Allah! 

Saat-saat akhir ini sepertinya memerlukanku untuk terus siap sedia, bersiaga untuk mendepani hari-hari mendatang yang bakal dilalui. Jujurnya, aku masih tidak mempunyai satu framework yang lengkap mengenai rancanganku di bank nanti.

Saat ini menyaksikan aku bertemankan cahaya dari Macbookku sambil mendengar derupan tidur ahli keluargaku. Gumam hati kecilku sebentar tadi, ahh sungguh pelik rasanya, mak dan kakakku berada di sini bersama padahal aku berada on my on all these past three years.

Menalar makna diri memerlukan niat yang murni, usaha sungguh-sungguh untuk mempertingkat kefahaman fiqh dalam diri, serta aku mengimpikan aku yang hafizah, like really know Qur'an really well, so I can teach to others!

Thursday, November 27, 2014

Manusia takkan pernah puas?




Mengenal Tabiat Kehidupan Duniawi 


Sesungguhnya orang yang telah mengenal tabiat kehidupan duniawi setelah mengenal apa yang terkandung dalam kehidupan itu berupa kesulitan dan kepayahan, maka hal tersebut akan mempermudah bagi dirinya untuk lebih bisa bersabar ketika menghadapi cobaan dan ujian dalam kehidupan ini, karena ia mengalami pada suatu keadaan yang memang telah ia duga terjadinya, dan sesuatu yang telah diketahui sumbernya bukanlah suatu hal yang mengejutkan, Allah Subhaanahu Wata'aala telah memberi tahu kita tentang hakekat ini, Allah berfirman:


التفسير الميسر - (10 / 477) 
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (Al-Balad: 4), yaitu dalam keadaan susah payah, dan Allah juga berfirman: 


يَا أَيُّهَا الإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju Rabbmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (Al-Insyiqaq: 6), 
lalu Allah Subhaanahu Wata'aala menerangkan bahwa kesusahan itu tidak terus-menerus di setiap keadaan, akan tetapi hari ini adalah hari kebahagiaan bagimu dan esok adalah hari duka untukmu, sebagaimana firman-Nya:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)” (Ali-Imran: 140). 


Dalam sebuah sya’ir disebutkan: 

Dunia diciptakan di atas kekeruhan dan engkau menginginkannya jernih dari sesuatu yang menyakitkan dan menyedihkan.

Dan orang yang menuntut hari-hari bertentangan dengan tabi’atnya bagaikan orang yang mencari perapian di dalam air.


Sesungguhnya orang yang tidak mengenal hakekat hidup ini akan dikejutkan dengan berbagai macam keadaan, bagaikan seorang yang disirami air secara tiba-tiba di atas kepalanya, lalu ia menduga bahwa dialah satu-satunya di dunia ini orang yang paling menderita karena derita yang ia alami. Maka tidak jarang kita temukan bahwa sebagian manusia mengambil jalan yang menurutnya cara paling cepat untuk mengatasi problematika hidup yaitu dengan melakukan bunuh diri, hal itu dilakukan karena ia tidak mengetahui bahwa setiap ada kesedihan maka akan ada kebahagiaan, dan tidak ada tawa kecuali akan disusul dengan tangisan. Rumah yang dipenuhi dengan keceriaan pada suatu hari, maka akan datang hari yang lain yang memenuhi rumah itu dengan kedukaan. Sesungguhnya jika ia meneliti kehidupan dunia ini maka ia akan melihat bahwa tidak sedikit manusia yang ditimpa dengan berbagai macam cobaan dan ujian kehidupan: baik karena ditinggalkan oleh orang yang paling ia cintai, atau mengalami sesuatu yang ia tidak sukai. Kebahagiaan di dunia ini hanyalah mimpi dalam tidur, atau bagaikan bayangan yang pasti akan hilang. Jika kehidupan dunia ini menjadikan dirinya tertawa sejenak, maka suatu saat kehidupan dunia akan menjadikannya bersedih, kenikmatan yang sekejap akan mendatangkan kedukaan yang panjang.


Dan demi Tuhanmu Nour Aini, bersabarlah :')


Nour Aini
Cardiff Business School,
Winter 2014
27 November 2014
Jam 5:08 petang (menghampiri Isyak).