Thursday, December 4, 2014

Personal

I noticed something strange starts to creep in me when the end of semester approaching, which means the submission deadlines and exam revisions.

That is I started to look for people, i mean yea you started thinking about all-those-post-graduation stuffs, including to be stuck with that someone for the rest of your hayat.
I mean, I don't seem to really favour when people like to talk most about it, but when it comes to myself, I'd rather keep it to myself, and the feeling of wanting is just there. Repeatedly telling myself, it's just gonna be a matter of time~



I guess the rambles on reaching to this concession wouldn't stop until i have actually finished editing my last bit of Impairment coursework before finally submitting it next thursday.

May Allah bless you, and may we be reunited in His paradise. Make our actions(intentions) sincere, have a boundless effort to seek His mardhatillah (blessings) and lets keep our 'amal at par with the excitement to enter Jannah.

Amin ya rabbal 'alamin.

Noraini MD,
Merches Gardens (Baitul Raihan)
8.59 malam, 4 Disember 2014.

Monday, December 1, 2014

Nothing


“Sometimes you search so hard for words. You look for a way to interpret the language of this heart and the unspoken bond you feel. But in the end you are left with nothing but silence. And deep down you hope it’s understood.”  
― Yasmin Mogahed

May He opens new door of joy for me, InsyaAllah..


Noraini Mohamed Daud
Grangetown/Riverside, Cardiff,
Wales, United Kingdom.

Thursday, November 27, 2014

Manusia takkan pernah puas?




Mengenal Tabiat Kehidupan Duniawi 


Sesungguhnya orang yang telah mengenal tabiat kehidupan duniawi setelah mengenal apa yang terkandung dalam kehidupan itu berupa kesulitan dan kepayahan, maka hal tersebut akan mempermudah bagi dirinya untuk lebih bisa bersabar ketika menghadapi cobaan dan ujian dalam kehidupan ini, karena ia mengalami pada suatu keadaan yang memang telah ia duga terjadinya, dan sesuatu yang telah diketahui sumbernya bukanlah suatu hal yang mengejutkan, Allah Subhaanahu Wata'aala telah memberi tahu kita tentang hakekat ini, Allah berfirman:


التفسير الميسر - (10 / 477) 
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (Al-Balad: 4), yaitu dalam keadaan susah payah, dan Allah juga berfirman: 


يَا أَيُّهَا الإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju Rabbmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (Al-Insyiqaq: 6), 
lalu Allah Subhaanahu Wata'aala menerangkan bahwa kesusahan itu tidak terus-menerus di setiap keadaan, akan tetapi hari ini adalah hari kebahagiaan bagimu dan esok adalah hari duka untukmu, sebagaimana firman-Nya:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)” (Ali-Imran: 140). 


Dalam sebuah sya’ir disebutkan: 

Dunia diciptakan di atas kekeruhan dan engkau menginginkannya jernih dari sesuatu yang menyakitkan dan menyedihkan.

Dan orang yang menuntut hari-hari bertentangan dengan tabi’atnya bagaikan orang yang mencari perapian di dalam air.


Sesungguhnya orang yang tidak mengenal hakekat hidup ini akan dikejutkan dengan berbagai macam keadaan, bagaikan seorang yang disirami air secara tiba-tiba di atas kepalanya, lalu ia menduga bahwa dialah satu-satunya di dunia ini orang yang paling menderita karena derita yang ia alami. Maka tidak jarang kita temukan bahwa sebagian manusia mengambil jalan yang menurutnya cara paling cepat untuk mengatasi problematika hidup yaitu dengan melakukan bunuh diri, hal itu dilakukan karena ia tidak mengetahui bahwa setiap ada kesedihan maka akan ada kebahagiaan, dan tidak ada tawa kecuali akan disusul dengan tangisan. Rumah yang dipenuhi dengan keceriaan pada suatu hari, maka akan datang hari yang lain yang memenuhi rumah itu dengan kedukaan. Sesungguhnya jika ia meneliti kehidupan dunia ini maka ia akan melihat bahwa tidak sedikit manusia yang ditimpa dengan berbagai macam cobaan dan ujian kehidupan: baik karena ditinggalkan oleh orang yang paling ia cintai, atau mengalami sesuatu yang ia tidak sukai. Kebahagiaan di dunia ini hanyalah mimpi dalam tidur, atau bagaikan bayangan yang pasti akan hilang. Jika kehidupan dunia ini menjadikan dirinya tertawa sejenak, maka suatu saat kehidupan dunia akan menjadikannya bersedih, kenikmatan yang sekejap akan mendatangkan kedukaan yang panjang.


Dan demi Tuhanmu Nour Aini, bersabarlah :')


Nour Aini
Cardiff Business School,
Winter 2014
27 November 2014
Jam 5:08 petang (menghampiri Isyak).

Wednesday, November 26, 2014

Rutin

Aku berharap moga-moga rutin sebegini hari-hari diredhai oleh yang Maha Esa.

Mana taknya, bila rushing nak siapkan coursework, almost 24/7 time devoted and solat sekadar buat je.

Aku fikir, at the end of the day, semua orang akan sibuk dengan sesuatu. Tetapi, sejauh mana kita mengtajdid niat kita pada setiap masa pekerjaan tersebut dilakukan, provided that ianya diredhai oleh Allah.

Bakal menunaikan Maghrib bersama Dzat di celahan rak-rak buku sebentar nanti.


Doakan perjalanku pulang dengan basikal ya!


Niniey Daud,
Alexandra Gardens (Bute Library)
Hari ini jam 4.26 petang. 

Sunday, November 23, 2014

Tiada klu?

Sudah lama lagaknya sejak aku kali terakhir menulis di sini.
Hidup aku sekarang berlatarbelakangkan timbunan 'coursework' yang bila-bila masa boleh menghampiri tarikh submisinya.

Tapi aku fikir, memaknai hidupku sebagai seorang pelajar, inilah masanya aku mengasah skillku dalam menulis esei yang kritikus. Takkan lah bergelar pelajar itu, hanya perlu fokus sewaktu mengulangkaji untuk menghadapi ujian sahaja? tak? tak mungkin hanya pada itu.


Tapi (banyak pula yang aku tapi-kan), tatkala aku ingin fokus, ada saja laman web yang aku terfikir untuk membuka. Ahh, alasan sahaja Nini. Aku memang susah untuk hadirkan perasaan pada benda yang aku rasa tidak memberi 'value-added' kepadaku kerana aku mula meminati hadis ini;


عن أبي هريرة -رضي الله عنه- عن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: مِن حُسْنِ إسلام المرء تركه ما لا يَعنيه حديث حسن، رواه الترمذي وغيره هكذا. 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:
”Salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.”

(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan yang lainnya seperti ini) 

Yang aku pasti, aku memang tak punya banyak masa, dan moga-moga Allah lembutkan mad'u2 ku yang aku amat inginkan kebaikan pada mereka.


Syukur kuucapkan  kerana persahabatan 2 tahun lepas seakan bertaut kembali. Walau sejauh mana kita berbeda, hargailah kehadiran setiap dari kita.



"Tidak beriman seseorang diantara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (Muttafaq alaih)



Terima kasih buat yang rakan comel yang mengilhamkan aku untuk kembali membuang habuk di laman ini. Psst tq AS, Manchester.

Berharapkan moga aku kembali dengan lebih bermanfaat, hingga ketemu lagi Dashboard.

Doakan moga aku raih ihsan ~



Niniey Daud,
Sebelah River Taff,
23 November 2014
1 Safar 1436H.



P/S: Lagi dalam 8 bulan aku bakal meninggalkan bumi ini :'(

Friday, January 17, 2014

Definitely's new me! ^^

While having the feeling to publish this so-long-never-written blog, i am at the same moment, relieved, if not with the help from the Almighty, that i've now done with two of my Autumn exam papers 2013/2014, with Allah's willing will be graduating from Cardiff University the following summer. Now only that Inferential Statistics and Taxation have been aced, am now feeling a lil' bit of headache after finishing cooking for the housemates and some gonna-be-spring room cleaning.

Life seems to be treating me in a mature way these days. That could be the sign from God to hint on me to always, keep moving on, despite, well the obstructing circumstances that could be faced while riding on this worldly journey. Hmm the lessons could also be, (or actually a lot that i've learned) throughout the exam period. I sometimes thanked God for actually bringing me towards the getting before the exams, and obviously when the exam time itself that i finally realised the true meaning of being submissive(tawakkal) to Him.

When I was attending be it kindergarten, primary or even secondary educations, all that I seem to achieve in life was definitely appealing, haha no it was just filled with blurry images. Like, get top marks in the class, get most of the As and bla bla the list keeps going.....
Really? Is life simply revolves around going to school and getting high marks and yeay, I've successfully graduated. Then, what else do you expect? Work, marry and what? Become rich? Lols. I could have never imagined that my writing goes this way, really.

I classify myself as someone being quite heartless at some point, where i don't find any particular things likened to my interest, (or not to be responded at all, haha). Ok, that is just not the way to interact with human beings. As Allah said, not only you need to preserve your divine relationship with him, but also with your fellow planet-mates! We're not living on our own, do we?

One thing definitely has gradually matures me, i would say, and recommend to anyone reading this, would be the TARBIYYAH! I used to denied the fact of what this thing has done to me, but NO you'll never get rid to be grateful of it. This reminds me of a powerful hadith;


"If Allah wants to favour someone, He grants him comprehension (understanding) of this religion."
[Sahih Bukhari vol.1 # 71, Tirmidhi and Musnad Ahmad] 

Everytime that I get the opportunity to actually enhance on the knowledge of this beautiful, just beautiful deen, I secretly whispers to Him that these 'ilms(knowledge) would not just stuck in my head. But, to be engraved in hearts, just like how i wish Allah would make ease to memorise His verses of the Qur'an but to be portrayed on my attitude. I love this hadith that it suddenly crossed my mind while typing this;





Rasulullah SAW bersabda: 
"Sungguh ajaib perihal orang mukmin, sesungguhnya semua urusan mereka adalah kebaikan. Dan keadaan ini tidak ada melainkan kepada orang yang beriman sahaja. Sekiranya beroleh kurniaan dia akan bersyukur, maka jadilah kurniaan itu baik untuknya. Manakala apabila ditimpa musibah, dia bersabar. Maka jadilah musibah itu kebaikan untuknya." 
(Riwayat Muslim)

Don't you find the hadith really lovely? If you could really stay on holding to the deen, that is like the joyous moment for the believers, indeed. And while having all these worldly journey, i can't wait to be back to the real Home, Jannah if only Allah have His 'redha' on me..

Till then,
Noraini,
Merches Gardens, Cardiff.